Bagaimana Bunyi Jantung Normal ?
Bagaimana bunyi Jantung normal ? Selama peristiwa mekanis jantung, penutupan berbagai katup jantung menciptakan dua suara jantung yang berbeda. Anda dapat mendengarkan bunyi jantung melalui stetoskop. Ketika dua bilik mulai berkontraksi, katup mitral dan katup trikuspid menutup secara tiba-tiba. Kemudian, katup pulmonik dan aorta
membuka, dan daun dari kedua katup ini bervibrasi karena tekanan
tiba-tiba yang disebabkan oleh darah yang mendorong mereka untuk
mengembang.
Bunyi jantung terutama ditimbulkan oleh penutupan katup mitral (terletak antara serambi kiri dan bilik kiri) dan trikuspid (terletak antara serambi kanan
dan bilik kanan) yang disebut bunyi jantung pertama, dan itu sering
diekspresikan sebagai “lub” jika Anda mengimitasikan keseluruhan bunyi
jantung sebagai “lub-dub.” Segera setelah bunyi pertama meredup, tekanan
dalam bilik turun, cukup untuk tertutupnya katup aortik dan pulmonik, dan terbukanya katup mitral serta katup trikuspid.
Bunyi jantung yang
disebabkan terutama oleh penutupan katup pulmonik (terletak pada outlet
bilik kanan) dan aortik disebut bunyi jantung kedua. Sering
diekspresikan sebagai “dub” jika Anda menirukan bunyi jantung. Karena
waktu ekpansi periode kontraksi ventrikel
(diastole) berlangsung lebih lama daripada periode kontraksi ventrikal
(sistole, ada saat diam antara setiap siklus jantung. Konsekuensinya,
bunyi jantung normal dapat diekspresikan seperti lub-dub … diam… lub-dub
… diam … dan seterusnya.
Kadang-kadang
vibrasi dari dinding bilik mungkin terdengar seakan bilik tersebut
berisi darah yang dicurahkan dari serambi selama periode ekspansi
(diastole) bilik. Bunyi jantung ini disebut bunyi jantung ketiga,
relatif umum di kalangan orang muda yang sehat.
Berbagai penyakit jantung
memproduksi bunyi jantung yang abnormal dan segi waktu dan intensitas.
Bunyi yang abnormal diciptakan oleh katup jantung yang sakit atau rusak
yang disebut bising jantung, dan berbagai penyakit jantung dapat
menyebabkan berbagai jenis desiran jantung. Anda dapat mendengar desiran
jantung yang sangat kencang bahkan tanpa menggunakan stetoskop.
Bagaimana kerja pompa jantung yang normal ?
Jantung yang normal
dengan kecepatan 70 denyut permenit memompa sedikit lebih dari 2,5 ons
aliran pergerakan; jumlahnya mencapai 6 liter keluaran darah per menit.
Akibatnya, jantung memompa sekitar 5.500 liter darah setiap hari seberat
6 ton! Akan tetapi, jantung Anda dapat memompa sebanyak-banyaknya 35
liter darah per menit jika perlu, seperti saat latihan tisik yang berat
seperti lari, pertandingan olah raga, dan sejenisnya.
Kegiatan jantung Anda meningkat secara mencolok selama berbagai aktivitas fisik.
Pada individu yang sehat saat jantung beristirahat, kecepatannya 60
sampai 70 detak per menit, kecepatan maksimum bisa rnencapai 180 sampai
200 denyut per menit selama larihan fisik yang inrens. Setiap denyut
jantung ditransmisikan ke seluruh saluran sirkulasi darah yang dirasakan sebagai “denyut” pada pergelangan rangan, leher, atau pembuluh darah pergelangan kaki.
Sistem jantung Anda dan pembuluh darahnya yang terhubung (sistem kardiovaskular)
terkoordinasi dengan balk sehingga sistem itu mengatur pasokan darah ke
bagian tertentu tubuh sesuai dengan apa yang dibutuhkan di sana.
Sebagai contoh, lambung Anda dan sistem pencernaan Iainnya menuntut pasokan darah tambahan selama dan setelah makan. Ketika makanan selesai dicerna, aliran darah ekstra ke sistem pencernaan Anda rertutup, dan suplai darah tambahan menjadi tersedia unruk bagian-bagian lain tubuh Anda.
Selama aktivitas
fisik, sistem kardiovaskular memasok darah tambahan dalam jumlah yang
lebih besar ke lengan dan kaki Anda. Selama pengerahan tenaga fisik apa
pun, jumlah oksigen
yang digunakan oleh jaringan meningkat. Untuk mendapat pasokan oksigen
yang lebih besar, keluaran darah jantung Anda harus ditingkatkan. Ini
terjadi terutama melalui kecepatan jantung yang lebih meningkat dan
napas yang lebih cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar